Polemik Penurunan Tarif Interkoneksi

by Unknown , at 00.44.00 , has 0 komentar
Hari ini, Kamis 1 September 2016, Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi mengumumkan penurunan tarif interkoneksi sebesar 26 persen. Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza mengatakan penurunan tersebut berlaku bagi semua operator seluler di Indonesia.

"Resultansi penurunan besaran biaya interkoneksi sekitar 26%," kata Noor, Rabu 3 Agustus 2016.

Menurutnya, penurunan ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi. Menanggapi hal itu, sejumlah operator telekomunikasi seluler seperti XL Axiata, Indosat, dan Hutchison 3 Indonesia menyambut baik keputusan tersebut.

"Kita sambut positif, meski belum sepenuhnya ideal. Sebelumnya, saya sudah beberapa kali sampaikan bahwa harapan kami minimal turun 40%," kata President Director & CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Senada juga dikatakan oleh Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia Muhammad Danny Buldansyah and President Director & CEO Indosat Alexander Rusli. Mereka mengaku sangat mengapresiasi keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Ini yang kami tunggu-tunggu, akhirnya ada keputusan soal perhitungan biaya interkoneksi baru. Sebenarnya pengen turun lebih besar, tetapi ini sudah diambil keputusan, jadi kita ikut," jelas Buldansyah.


Kendati demikian, keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan harapan para operator telekomunikasi seluler. Pasalnya belakangan ada isu bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika batal menurunkan tarif interkoneksi.

Akibat dari hal itu, sejumlah pelaku operator mengaku kecewa. Seperti misalnya, CEO XL Axiata Dian Siswarini. Dia mengatakan akan tetap berpegang pada Surat Edaran yang telah dikeluarkan Kementerian Kominfo pada 2 Agustus silam. Karena itu pihaknya mulai tanggal 1 September pukul 00.00 WIB mulai menerapkan tarif interkoneksi yang baru sebesar Rp 204 untuk layanan voice lintas operator (off-net).

"Hingga kini kami belum menerima surat pemberitahuan secara resmi dari pemerintah tentang penundaan ini. Sehingga kami tentunya tidak bisa berspekulasi lebih lanjutnya," jelas dia.

Pernyataan sama juga dilontarkan President Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli. Ia mengatakan Indosat Ooredoo akan tetap menerapkan kebijakan penurunan interkoneksi yang baru. Pasalnya hingga kini belum ada surat pemberitahuan resmi dari pemerintah terkait pembatalan tersebut.

"Kami akan tetap berpegang pada Surat Edaran (SE) No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 yang ditandatangani oleh Plt. Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Geryantika Kurnia," Rabu 31 Agustus 2016.

Seperti diketahui, pada 2 Agustus 2016, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengeluarkan surat edaran terkait penurunan tarif Interkoneksi hingga 26 persen.

Dalam Surat Edaran (SE) No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016  dikatakan bahwa tanggal 1 September 2016, tarif interkoneksi turun dengan rata-rata 26% dan memuat 18 skenario panggilan telepon dan SMS antar operator.

Namun belakangan dibatalkan setelah operator Telkom dan Telkomsel mengirim surat keberatan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sebanyak lima kali.

Telkom dan Telkomsel menilai penghitungan pemerintah yang menyebabkan biaya interkoneksi turun dari Rp 250 menjadi Rp 204 itu tak adil bagi mereka yang telah membangun jaringan hingga ke daerah pelosok. Sebaliknya, keputusan itu bakal menguntungkan operator selain mereka yang selama ini diklaim cuma membangun infrastruktur di perkotaan.

Operator lain yang dimaksud adalah Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren, dan Hutchison Tri. Telkom dan Telkomsel meminta penghitungan interkoneksi dilakukan secara asimetris, yakni berdasarkan biaya investasi yang dikeluarkan masing-masing operator atau diistilahkan cost-based.

Polemik Penurunan Tarif Interkoneksi
About
Polemik Penurunan Tarif Interkoneksi - written by Unknown , published at 00.44.00, categorized as Berita Terbaru . And has 0 komentar
0 komentar Add a comment
Bck
Cancel Reply
Terbaru Faktatoday - Published by Fakta Today
Powered by Css
▲